Komunitas Yahudi.

Orang-orang Israel – Yahudi yang di masa kini biasanya dimasukkan ke dalam dua golongan besar, yaitu : Golongan Yahudi Ashkenazi (orang Yahudi Eropa Utara dan Timur) dan Golongan Yahudi Sefardim (orang Yahudi Spanyol, Mediterania, dan Timur Tengah). Diaspora dalam kehidupan orang Yahudi Antara penghancuran kerajaan Yehuda oleh kekaisaran Romawi dengan pembentukan kembali sebuah negara Yahudi, yaitu Israel pada 1948, semua orang Yahudi dianggap hidup di Diaspora.

Saat ini, istilah “diaspora” ini digunakan untuk mengacu kepada orang-orang Yahudi yang hidup di luar Israel. Kerajaan Bani Israel bagian Selatan bernama Yuda atau Yehuda dan rakyatnya kemudian dinamakan kaum Yahudi. (Kaum Yahudi inilah yang dibolehkan kembali ke negeri asalnya dengan firman Rajadiraja Persia Cyrus II, putera Cambyses, pada tahun 538 S.M.).

Masa kejayaan kerajaan Yehuda pada masa kepemimpinan Daud ( Nabi Daud ) dan Salomo ( Nabi Sulaiman). Kala itu, kerajaan Yehuda sebagai model raja-raja di Asia, Arab dan Eropa karena Kepiawaian kepemimpinan kedua raja Yehuda, yaitu Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Peristiwa pembuangan, penganiayaan, kondisi dan kesempatan politik-ekonomi mempengaruhi jumlah dan dinamika diaspora Yahudi.

Pada 2005, statistik JPPPI, orang Yahudi yang hidup terbesar di Amerika Serikat 5.280.000 jiwa , Soviet Union 1.000.000 jiwa , Prancis 494.000 jiwa, Argentina 395.000 jiwa, Canada 372.000 jiwa dan Britania Raya 298.000 jiwa. Sebagai perbandingan, statistik penduduk Yahudi di Israel sebanyak 5.235.000 jiwa (ref|jpppi2005-2). Dan ini jauh lebih besar dari di manapun juga kecuali di Amerika Serikat.

Nama Yahudi kemudian ditetapkan sebagai komunitas dan nama agama yang dianut secara tutun-temurun oleh komunitas ini. Agama Yahudi secara radikal berazaskan Taurat (torah) yang diturukan Yahwe ( Tuhan ) kepada nenek moyang mereka , Nabi Musa , dipuncak gunung Sinai, ketika saat bani Israel keluar (bebas) dari perbudakan raja Fir’aun di Mesir (Alkitab, kitab Keluaran ). Pasca kedatangan Yesus ( Nabi Isa A.S ), para Imam alim ulama agama Yahudi (Rabbi) mendapat kritikan.

Para Rabbi agama Yahudi mengganggap bahwa Yesus adalah ancaman bagi mereka, karena semakin hari semakin banya pemeluk agama Yahudi menjadi pengikut Yesus. Para pengikut Yesus mereka sebut Kristen ( Murid Kristus ). Sejak itu, para Rabbi Yahudi giat melakukan propaganda kepada penganut agama Yahudi untuk memerangi dan menganiaya orang-orang Kristen “Pengikut Yesus” di Yehuda. Para Rabbi agama Yahudi kembali mengadakan makar dan menentang pengajaran yang disebarkan oleh Yesus (Injil). Bahkan para pengikut Yesus diintimidasi dan dianiaya sedemikian rupa. Karena selalu gagal ( meski segala cara dan upaya telah mereka lakukan untuk mencari kesalahan Yesus ), para Rabbi agama Yahudi merancang fitnah dan kemudian memaksa Hakim Agung Romawi – Pontius Pilatus – untuk menghakimi Yesus ( pada waktu itu, kerajaan Yehuda telah tunduk dan takluk dibawah kekuasaan Kaisar Romawi). Meski Pontius Pilatus tidak menekan kesalahan dalam diri Yesus , namum akibat desakan para Rabbi Yahudi serta pengikutnya, Pontius Pilatus kemudian kemudian “cuci tangan” dan menyerahkan perkara Yesus kepada keuasaan rakyat Yehuda.

Sebagai mana lazimnya di Yehuda saat itu, maka Yesus dikenakan “hukuman cambuk” dan kemudian “hukuman gantung”. Bersama dua orang penjahat lainnya, Yesus kemudian di hukum gantung (salib) di sebuah bukit bernama Golgota, artinya Bukit Tengkorak.

Alkitab mencatat, seorang cendekiawan Yahudi, Saulus, yang giat menganiaya orang-orang Kristen kemudian “murtad” dari ke-Yahudi-annya dan berbalik menjadi rasul Kristen, ia kemudian mengganti namanya menjadi Paulus. Rasul Paulus pula yang memprakarsai penyebaran Injil sampai ke daratan Roma , Asia kecil, Turki dan Suriah, kepada bangsa-bangsa Yunani dan Arab dan bangsa bukan Yahudi lainnya.

Rasul Paulus kemudian juga harus menerima aniaya dan mati “Syahid” ditangan orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi pengikut Yesus, orang-orang Kristen, kemudian mengasingkan diri keluar Yehuda dan menetap di berbagai negara sekaligus menyebarkan ajaran “injil” Yesus. Penyebaran Injil meluas signifikan di Roma, Asia kecil dan Eropa.

Lihat juga : http://id.wikipedia.org/wiki/yahudi.

Selama berabad-abad orang Yahudi banyak didiskriminasikan orang Kristen di Eropa dan juga oleh orang-orang Arab di Timur Tengah meskipun mereka dianggap ‘ahli kitab’ .

Diskriminasi terhadap orang Yahudi ini secara khusus disebut anti-semitisme. Puncak diskriminasi ini terjadi pada Perang Dunia II, yakni ketika lebih dari enam juta orang Yahudi dibantai di Eropa secara sia-sia oleh kaum Nazi Jerman.

Orang (bani) Semit , yaitu keturunan Nabi Nuh dari klan Sem, anak bungsu nabi Nuh, pasca bencana air bah 150 hari yang melanda bumi.

Bani Semit awalnya berdiam di padang gurun arab-persia. Salah satu kotanya bernama Ur-Kasdim ( sekarang : Iraq ). Nabi Ibrahim merupakan keturunan bani Semit yang lahir dan besar di Ur-Kasdim .

Istilah diaspora (bahasa Yunani kuno διασπορά, “penyebaran atau penaburan benih”) digunakan (tanpa huruf besar) untuk merujuk kepada bangsa atau penduduk etnis manapun yang terpaksa atau terdorong untuk meninggalkan tanah air etnis tradisional mereka; penyebaran mereka di berbagai bagian lain dunia, dan perkembangan yang dihasilkan karena penyebaran dan budaya mereka. (bersambung).