RAJA BUNGA-BUNGA atau RAJA PARMAHAN adalah keturunan RAJA SILAHI SABUNGAN yang dibawa TUAN SIHUBIL ke Balige untuk memenuhi persyaratan menghentikan kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi pada waktu itu, setelah terbukti berhasil sesuai yang diinginkan, kemudian melalui ikatan sumpah di hadapan Sobagotni Pohan atau dikenal PADAN NI RAJA.  Raja Bunga-bunga kemudian diangkat menjadi adik Sapalatua Tampuk Na Bolon (Putra Tuan Sihubil, leluhur marga Tampubolon) dengan gelar Raja Parmahan marga Silalahi dan keturunannya juga memakai marga Silalahi Parmahan.

[1] Raja Bungan-bunga kemudian diberi gelar RAJA PARMAHAN SILALAHI. Penyematan nama Silalahi adalah sebagai pertanda bahwa ia berasal dari Silalahi Nabolak. [2] Raja Bungan-bunga kemudian menikah ( Boru Pasaribu ). Ia kemudian diberi lahan perkampungan yang dinamakan SILALAHI DOLOK tepat berada dikaki gunung DOLOK SILALAHI ( Hinalang Silalahi , Pagar batu , Balige ).

Pada pertengahan Juli 2008, keturunan Raja Bunga-bunga atau Raja Parmahan Silalahi telah selesai membangun monumen (Tugu) dan mengabadikan makam Raja Bunga-bunga alias Raja Parmahan Silalahi , sekaligus meresmikannya di Balige.

Hadir seluruh keturunan 4 Marga keturunan Raja Parmahan Silalahi. Pada perhelatan ini, keturunan Raja Parmahan Silalahi sekaligus juga mengumumkan secara resmi silsilah dan kedudukannya dalam silsilah tarombo RAJA SILAHI SABUNGAN dari SILALAHI NABOLAK. Bersamaan dengan itu diletakkan sebuah prasasti yang menyatakan pernyataan itu secara tertulis untuk diketahui setiap keturunannya dan semua khalayak yang datang mengunjungi komplek tugu dan makamnya. TUGU dan MAKAM itu sendiri terletak di dusun BAGAS HUTA desa SILALAHI DOLOK – PAGAR BATU kecamatan BALIGE kabupaten TOBASA propinsi SUMATERA UTARA. Adapun isi pernyataan dari prasasti pada acara pemestaan dan peresmian tersebut adalah sebagai berikut :

RAJA SILAHISABUNGAN memiliki 8 anak laki-laki yang secara urutan sebagai beikut  :
* Lohoraja
* Tungkirraja
* Sondiraja
* Butarraja
* Baribaraja
* Debangraja
* Baturaja
* Tamburaja

Kemudian diturunkan dari Sondiraja yang memiliki 2 anak laki-laki yang secara urutan :
* Rumasondi
* Rumasingap

Kemudian diturunkan dari Rumasondi memiliki 2 anak laki-laki yang secara urutan , yaitu :

* Bolonraja
* Raja Bungabunga.
Selanjutnya RAJA BUNGABUNGA alias Raja Parmahan  SILALAHI sendiri memiliki 4 anak laki-laki yang di namai menyerupai leluhur dari daerah asalnya Silalahi Nabolak, yang secara berurutan sebagai berikut :

* Sihaloho
* Sinagiro
* Sinabang
* Sinabutar

Ketika perkembangan peradaban semakin maju dan mempertemukan diantara keturunan Raja Parmahan Silalahi dan keturunan Raja Silahi Sabungan dari Silalahi Nabolak, maka agar tidak menimbulkan kesan kurang baik  kemudian, maka para keturunan Raja Parmahan dianjurkan supaya memakai marga Silalahi saja, Yaitu Silalahi Parmahan. Hal ini dimaksud supaya hubungan kekerabatan dengan keturunan Raja Silahi Sabungan dari Silalahi Nabolak menjadi jelas. Meski kemudian, keturunan Raja Silahi Sabungan dari Silalahi Nabolak pada akhirnya juga harus memakai terbiasa dengan panggilan orang terhadap mereka, karena mereka berasal dari kampong / tanah Silalahi.

Umumnya keturunan Raja Silahi Sabungan yang merantau ke Simalungun dan Karo mengalami situasi ini, karena orang Suku Karo dan Simalungun terbiasa memanggil orang asing / pendatang menurut asal-muasal orang pendatang tersebut.

Berbeda dengan marga Silalahi di Samosir, Simalungun, Karo. Disini sebutan  Silalahi adalah panggilan bagi para keturunan Raja Silahi Sabungan, karena mereka berasal dari Silalahi. Sehingga mereka dipanggil Silalahi. Namun mereka sebenarnya merupakan keturunan dari Silalahi NAbilak yang awalnya marga Sihaloho, Sidebang, Sidabutar dan lainnya. NAmun belakangan, karena sudah terbiasa maka pada data administratif mereka tertulis sebagai Silalahi. Dn itu berlangsung sampai sekarang ini, Itu sebabnya, kalau Silalahi ketemu dengan Silalahi, mereka selalu menanyakan ( memperjelas ) asal keturunan mereka, supaya jangan salah dalam Partuturan ( norma kekeluargaan dalam hal penamaan/pemangilan gelar).

Demikian halnya di Samosir, Silalahi Tolping sebahagian adalah keturunan Sihaloho dan keturunan Raja Partada Silalahi keturunan Sibursokraja , anak Debang Raja dari Silalahi Nabolak. Keturunan Raja Partada awalnya berkembang di Pangururan, sehingga mereka dikenal juga dengan  Silalahi Pangururan.

SEKILAS DENGAN SILALAHI RAJA

Namun beredar rumor bahwa mereka ini telah berafiliasi dan menentang keberadaan Tugu Raja Silahi Sabungan dan Tarombo di Silalahi Nabolak. Mereka juga mendirikan Tugu Ompu Silahi Sabungan di Dolok Parmasan ( bukit tengkorak ) di Pangururan. Mereka juga merilis tarombo berbeda dengan tarombo Raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak. Belakangan, Silalahi Tolping atau Silalahi Pangururan menamai diri mereka dengan Silalahi Raja. Namun secara Administratif, mereka tetap memakai marga Silalahi.

Tarombo mereka menyatakan bahwa mereka adalah putra sulung Raja Silahi Sabungan. Versi Silalahi Tolping / Pangururan bahwa sebelum ke Silalahi Nabolak, Raja Silahi Sabungan sudah lebih dulu menikahi putri raja Simbolon di Pangururan, dan Silalahi Raja adalah keturunannya yang menurunkan marga Silalahi Tolping dan Silalahi Pangururan.

SILALAHI ADALAH KETRURUNAN DARI SILALAHI NABOLAK

Karena perbedaan prinsip inilah maka sekarang keberadaan Silalahi Tolping atau Silalahi Pangururan enggan menerima keabsahan Tugu dan Tarombo Raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak. Sebagaimana di dunia maya. kelompok Silalahi Tolping maupun Pangururan seringkali mencemooh maupun provokasi terkait dengan Silalhi dari Silalahi Nabolak.  Memang ini adalah kenyataan, namun demikian yang esensi ialah , Silalahi adalah panggilan bagi mereka yang berasal dari Silalahi Nabolak. Dengan begitu , marga Silalahi adalah keturunan dari Silalahi Nabolak.

Dari berbagai sumber.

About these ads